Updates from Januari, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • George Evander 10:29 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Penemu Telepon yang Sebenarnya Bukanlah Graham Bell 

    Antonio Santi Giuseppe Meucci, (13 April 1808—18 Oktober 1889) adalah seorang penemu berkebangsaan Italia yang penemuannya merupakan alat komunikasi modern yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekarang ini untuk kehidupan sosial yaitu telepon.

    Umumnya penemu telepon yang lebih dikenal masyarakat adalah Alexander Graham Bell, tetapi sepertinya sejarah harus ditulis ulang karena adalah seorang imigran dari Firenze (Florence), Italia yang bernama Antonio Meucci yang telah menciptakan telepon pada tahun 1849 dan mematenkan hasil karyanya pada tahun 1871.

    Pada tahun 1850, dia pindah dari italia ke Staten Island, New York. Pada saat itu Meucci jatuh miskin, tetapi masih terus menyempurnakan alat yang telah diciptakannya yaitu telepon. Dikarenakan ia sakit keras dan perekonomian yang sulit, istrinya terpaksa menjual beberapa alat-alat ciptaannya hanya seharga enam dolar untuk biaya pengobatan.

    Setelah sembuh, Meucci bekerja keras siang dan malam untuk kembali membuat alat-alat ciptaannya. Pada tahun 1871, disebabkan tak cukup uang untuk membayar paten telepon, ia hanya membayar paten sementara yang berlaku untuk setahun dan harus diperpanjang pada tahun selanjutnya.

    Meucci mencoba untuk mendemonstrasikan potensi “telegraf berbicara” ini serta membawa model dan segala keterangannya pada wakil ketua perusahaan telegraf Western Union. Setiap kali Meucci hendak menemui wakil ketua ini, Edward B.Grant selalu mengatakan bahwa dia tak ada waktu. Dua tahun kemudian, saat Meucci meminta kembali semua materi telepon di perusahaan tersebut, ternyata mereka hanya mengatakan telah “hilang”.

    Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang nama sebagai penemu telepon. Setelah Meucci mengetahuinya, ia memanggil seorang pengacara untuk memprotes pada Kantor Paten Amerika Serikat di Washington. Meucci mengalami kekalahan untuk kasus ini. Setelah adanya permusuhan antara Alexander Graham Bell dengan Western Union baru terungkap bahwa Bell sebelumnya telah menyetujui membayar duapuluh persen keuntungan komersil atas “penemuannya” selama 17 tahun kepada Western Union.

    Antonio Meucci wafat pada tanggal 18 Oktober 1889.

    Lebih dari seabad dan di seluruh penjuru dunia, Alexander Graham Bell dikenal sebagai penemu telepon. Tetapi pada tanggal 11 Juni 2002 di kongres Amerika Serikat, Antonio Meucci ditetapkan sebagai penemu telepon.

    sumber: sekedar-tahu.blogspot.com

     
  • George Evander 10:25 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Sir Thomas Alva Edison 

    Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Tahun 1954 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

    Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.


    Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

    Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

    Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

    Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

    Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

    Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

    Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

    Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.

    Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.

    sumber: r graham bewww.profil-tokoh.co.cc

     
  • George Evander 10:21 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Lubang Hitam : Black Hole 

    Dengan gaya gravitasinya yang sangat spektakuler lubang hitam adalah monster kosmis tersendiri. Jurang ketiadaan ini bahkan melenyapkan cahaya.

    Lubang hitam (black hole) sering dihubungkan dengan hilangnya benda-benda kosmis bahkan wahana udara sekalipun, seperti pernah disinggung dalam rubrik ini berkaitan dengan hilangnya banyak pesawat di Segitiga Bermuda dan Samudera Atlantik Utara. Pro dan kontra pendapat mengenai hal ini memang tak pernah surut. Cerita seputar Segitiga Bermuda pun sepertinya tetap misterius, dan menjadi bahan tulisan yang tidak ada habis-habisnya.

    Dalam bahasan fenomena kali ini, baiklah kita tinjau sedikit apa sebenarnya lubang hitam atau yang disebut para ilmuwan sebagai singularitas dari bintang redup yang mengalami keruntuhan gravitasi (gravitational collapse) sempurna ini.

    Bila ditelusuri istilah lubang hitam, sebenarnya belum lah lama populer. Dua kata ini pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada tahun 1968. Wheeler memberi nama demikian karena singularitas ini tak bisa dilihat. Mengapa demikian? Penyebabnya tidak lain karena cahaya tak bisa lepas dari kungkungan gravitasi singularitas yang maha dahsyat ini. Daerah di sekitar singularitas atau lazimnya disebut sebagai Horizon Peristiwa (radiusnya dihitung dengan rumus jari-jari Schwarzschild R = 2GM/C2 dimana G = 6,67 x 10-11 Nm2kg-2, M = kg massa lubang hitam, C = cepat rambat cahaya) menjadi gelap. Itulah sebabnya, wilayah ini disebut sebagai lubang hitam.

    Dengan tidak bisa lepasnya cahaya, serta merta sekilas kita bisa membayangkan sendiri kira-kira seberapa besar gaya gravitasi dari lubang hitam. Untuk mulai menghitungnya, ingatlah bahwa cepat rambat cahaya di alam mencapai 300 juta meter per detik. Masya Allah. Lalu, apalah jadinya bila benar sebuah wahana buatan manusia tersedot ke dalam lubang hitam? Dalam hitungan sepersejuta detik saja, tentunya dapat dipastikan wahana tersebut sudah remuk menjadi bubur.

    Lebih dua ratus tahun silam, atau tepatnya pada tahun 1783. pemikiran akan adanya monster kosmis bersifat melenyapkan benda lainnya ini sebenarnya pernah dilontarkan oleh seorang pendeta bernama John Mitchell. Mitchell yang kala itu mencermati teori gravitasi Isaac Newton (1643-1727) berpendapat, bila bumi punya suatu kecepatan lepas dari Bumi 11 km per detik (sebuah benda yang dilemparkan tegak lurus ke atas baru akan terlepas dari pengaruh gravitasi bumi setelah melewati kecepatan ini), tentu ada planet atau bintang lain yang punya gravitasi lebih besar. Mitchell malah memperkirakan di kosmis terdapat suatu bintang dengan massa 500 kali matahari yang mampu mencegah lepasnya cahaya dari permukaannya sendiri.

    http://www.dailygalaxy.com/photos/uncategorized/2008/03/17/black_hole_big_2_3.jpg

    Lalu, bagaimana sebenarnya lubang hitam tercipta? Menurut teori evolusi bintang (lahir, berkembang, dan matinya bintang), buyut dari lubang hitam adalah sebuah bintang biru. Bintang biru merupakan julukan bagi deret kelompok bintang yang massanya lebih besar dari 1,4 kali massa matahari. Disebutkan para ahli fisika kosmis, ketika pembakaran hidrogen di bintang biru mulai usai (kira-kira memakan waktu 10 juta tahun), ia akan berkontraksi dan memuai menjadi bintang maha raksasa biru. Selanjutnya, ia akan mendingin menjadi bintang maha raksasa merah. Dalam fase inilah, akibat tarikan gravitasinya sendiri, bintang maha raksasa merah mengalami keruntuhan gravitasi menghasilkan ledakan dahsyat atau biasa disebut sebagai Supernova.

    Supernova ditandai dengan peningkatan kecerahan cahaya hingga miliaran kali cahaya bintang biasa kemudian melahirkan dua kelas bintang, yakni bintang netron dan lubang hitam. Bintang netron (disebut juga Pulsar atau bintang denyut) terjadi bila massa bintang runtuh lebih besar dari 1,4 kali, tapi lebih kecil dari tiga kali massa matahari. Sementara lubang hitam mempunyai massa bintang runtuh lebih dari tiga kali massa matahari. Materi pembentuk lubang hitam kemudian mengalami pengerutan yang tidak dapat mencegah apapun darinya. Bintang menjadi sangat mampat sampai menjadi suatu titik massa yang kerapatannya tidak terhingga, yang disebut singularitas tadi.

    Di dalam kaidah fisika, besaran gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak atau dirumuskan F µ 1/r2. Dari formula inilah kita bisa memahami mengapa lubang hitam mempunyai gaya gravitasi yang maha dahsyat. Dengan nilai r yang makin kecil atau mendekati nol, gaya gravitasi akan menjadi tak hingga besarnya.

    Para ilmuwan menghitung, seandainya benda bermassa seperti bumi kita ini akan menjadi lubang hitam, agar gravitasinya mampu mencegah cahaya keluar, maka benda itu harus dimampatkan menjadi bola berjari-jari 1 cm! (Allahu Akbar, hanya Tuhan lah yang bisa melakukannya).

    Cakram gas

    Dengan sifatnya yang tidak bisa dilihat, pertanyaan kemudian adalah bagaimana mendeteksi adanya suatu lubang hitam? Kesempatan yang paling baik untuk mendeteksinya, diakui para ahli, adalah bila ia merupakan bintang ganda (dua bintang yang berevolusi dan saling mengelilingi). Lubang hitam akan menyedot semua materi dan gas-gas hasil ledakan termonuklir bintang di sekitarnya. Dari gesekan internal, gas-gas yang tersedot itu akan menjadi sangat panas (hingga 2 juta derajat!) dan memancarkan sinar-X. Dari sinar-X inilah para ahli memulai langkah untuk menjejak lubang hitam.

    Pada 12 Desember 1970, AS meluncurkan satelit astronomi kecil (Small Astronomical Satellite *SAS) pendeteksi sinar-X di kosmis bernama Uhuru dari lepas pantai Kenya. Dari hasil pengamatannya didapatkan bahwa sebuah bintang maha raksasa biru, yakni HDE226868 yang terletak dalam konstelasi Cygnus (8.000 tahun cahaya dari bumi) mempunyai pasangan bintang Cygnus X-1, yang tidak dapat dideteksi secara langsung.

    Cygnus X-1 menampakkan orbitnya berupa gas-gas hasil ledakan termonuklir HDE226868 yang bergerak membentuk sebuah cakram. Cygnus X-1 diperhitungkan berukuran lebih kecil dari Bumi, tapi memiliki massa enam kali lebih besar dari massa matahari. Bintang redup ini telah diyakini para ilmuwan sebagai lubang hitam. Selain Cygnus X-1, Uhuru juga mendapatkan sumber sinar-X kosmis, yakni Cygnus X-3 dalam konstelasi Centaurus dan Lupus X-1 dalam konstelasi bintang Lupus. Dua yang disebut terakhir belum dipastikan sebagai lubang hitam, termasuk 339 sumber sinar-X lainnya yang dideteksi selama 2,5 tahun masa operasi Uhuru.

    Eksplorasi sumber sinar-X di kosmis masih dilanjutkan oleh satelit HEAO (High Energy Astronomical Observatory) atau Einstein Observatory tahun 1978. Satelit ini menemukan bintang ganda yang lain dalam konstelasi Circinus, yakni Circinus X-1 serta V861 Scorpii dan GX339-4 dalam konstelasi bintang Scorpius.

    Tahun 1999, dengan biaya 2,8 milyar dollar, AS masih meluncurkan teleskop Chandra, guna menyingkap misteri lubang hitam. The Chandra X-ray Observatory sepanjang 45 kaki milik NASA ini telah berhasil membuat ratusan gambar resolusi tinggi dan menangkap adanya lompatan-lompatan sinar-X dari pusat galaksi Bima Sakti berjarak 24.000 tahun cahaya dari Bumi. Mencengangkan, karena bila memang benar demikian (lompatan sinar-X itu) menunjukkan adanya sebuah lubang hitam di jantung Bima Sakti, maka teori Albert Einstein kembali benar. Ia menyatakan, bahwa di jantung setiap galaksi terdapat lubang hitam!

    “Dugaan semacam itu sungguh sangat dekat dengan kenyataan,” kata Frederick Baganoff yang memimpin penelitian, September 2001, kepada Reuters di Washington. Para ilmuwan pun mulai melebarkan pencarian terhadap putaran gas di sekitar tepi-tepi jurang ketiadaan ini, layaknya mencari pusaran air.

    Pencarian lubang hitam dan kebenaran teori-teori yang mendukungnya memang masih terus dilakukan para ahli, seiring makin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan kemudian, bila lubang hitam bertebaran di kosmis, apakah nanti pada saat kiamat, monster ini pula yang akan melenyapkan benda-benda jagat raya?

    sumber :

    http://forum.detik.com/

     
  • George Evander 10:16 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Serbuan UFO ke Washington ke DC 1952 

    Di dalam sejarah dunia UFO, hanya ada sedikit peristiwa yang benar-benar menarik perhatian dunia. Salah satu peristiwa ini adalah yang terjadi pada bulan Juli 1952 dimana formasi cahaya-cahaya aneh menyerbu langit malam di Washington DC, persis di atas kantor salah seorang pemimpin paling berkuasa di dunia. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan Washington National Airport sightings.

    Presiden Harry S Truman sedang bersantai di ruangannya di gedung putih. Sudah 7 tahun ia menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Ia telah banyak menyaksikan peristiwa besar terjadi di masa kepemimpinannya termasuk berakhirnya perang dunia II, namun ia tidak menyadari bahwa sebuah peristiwa luar biasa akan terjadi tepat di depan matanya.

    9 hari sebelumnya, 10 Juli 1952
    Seorang kru pesawat National Airlines yang sedang terbang di Virginia melihat sebuah cahaya yang “terlalu terang bila dibandingkan dengan balon udara dan terlalu lambat bila dibandingkan dengan meteor”. Di lokasi yang sama, beberapa hari kemudian, seorang kru pesawat lain yang terbang dekat Washington melihat sebuah cahaya yang mengambang di udara selama beberapa saat dan kemudian secara misterius naik ke langit.

    Namun peristiwa penampakan luar biasa tersebut tidak dapat menandingi apa yang terjadi berikutnya, sekelompok objek terbang misterius menyerbu Washington DC dan terbang di atas gedung putih, Capitol Hill dan Pentagon.

    Pukul 21:30, 19 Juli 1952
    Seorang pejabat angkatan darat bernama Joseph Gigandet sedang duduk di serambi rumahnya di Alexandria, Virginia. Beberapa saat kemudian ia menyadari ada sesuatu yang tidak biasanya. Ketika menoleh ke langit yang gelap, ia melihat sebuah objek berbentuk cerutu berwarna merah terang melayang dengan lambat di atas rumahnya.

    Gigandet memperkirakan objek tersebut berukuran seperti sebuah pesawat DC-7 dan berada pada ketinggian sekitar 10.000 kaki. Ia juga melihat sekelompok cahaya-cahaya aneh mengiringi objek raksasa tersebut.

    Ketika cerutu raksasa itu terbang menjauh, warnanya berubah menjadi merah gelap dan Gigandet mellihat objek itu terbang menuju Washington.

    Pukul 23.40, 19 Juli 1952
    Edward Nugent, seorang pengawas lalu lintas udara di Washington National Airport sedang mengamati radar di hadapannya. Ia tidak mengerti apa yang sedang dilihat matanya, namun ada sesuatu yang lain dari biasanya. Di layar radar, ia bisa melihat ada tujuh objek asing yang terbang pada posisi 15 mil di barat daya Washington.

    Nugent kemudian memeriksa catatan penerbangannya dan tidak menemukan adanya pesawat yang meminta ijin terbang di wilayah itu. Lagipula gerakan objek-objek tersebut tidak menunjukkan adanya pola seperti pesawat terbang pada umumnya. Luar biasanya, dua dari tujuh objek tersebut terbang dengan kecepatan yang menakjubkan, 700 mph.

    Nugent tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan mengira ada kerusakan pada radar. Jadi ia memanggil atasannya, Harry Barnes, yang kemudian meminta dua staf lainnya untuk mengecek dan mereka tidak dapat menemukan kerusakan apapun. Jadi Barnes mengangkat telepon dan menghubungi pusat radar lainnya di Washington National Airport.

    Di ujung telepon, Howard Cocklin menerima pemberitahuan itu dan memberitahu Barnes bahwa ia juga menangkap objek yang sama di radarnya.

    Dan kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi.

    Sebuah bola cahaya terang muncul di dekat menara Cocklin. Ketika menoleh ke jendela, Cocklin bisa melihat cahaya itu melayang seperti sedang mempermainkannya. Sesaat kemudian, objek itu menghilang dan suasana menjadi sunyi kembali.

    Lalu, posisi objek di layar radar berubah !

    Harry Barnes melihat tujuh objek di radar mulai bergerak ke arah Gedung putih. itu adalah wilayah larangan terbang !


    Barnes bergegas menghubungi pangkalan udara Andrew yang berlokasi sekitar 10 mil dari Washington National Airport. Andrew Air Force Base yang menyadari gawatnya situasi segera menghubungi komando pertahanan angkatan udara.

    Segera dua pesawat tempur F-94 diperintahkan untuk mengejar objek tersebut. Namun landasan udara di pangkalan itu sedang diperbaiki dan kedua pesawat tempur tersebut baru bisa terbang beberapa jam kemudian. Ketika mereka tiba di lokasi penampakan, objek-objek misterius tersebut telah menghilang.

    Satu minggu kemudian, 26 Juli 1952
    Seperti deja vu, sekelompok objek aneh kembali tertangkap radar Washington National Airports. Komando angkatan udara kembali memerintahkan dua F-94 mengejar objek tersebut.

    Sesampai di lokasi, pilot tidak melihat objek apapun. Namun sesaat kemudian, kopilot Lt. William Patterson melihat empat objek bercahaya berwarna putih melayang di kejauhan. Dengan segera pilot John McHugo bermanuver dan terbang ke arah objek bercahaya itu.

    Tiba-tiba, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Keempat objek tersebut berubah formasi dan mengepung jet tempur tersebut.

    Patterson berteriak kepada operator di menara pengawas : “Cahaya itu mengepung kami, apa yang harus kami lakukan ?”

    Patterson tidak mendapat jawaban yang diinginkannya. Hanya ada kesunyian di dalam kokpit. Belum hilang kebingungannya, empat objek tersebut terbang menjauh dan menghilang.

    Hari Berikutnya, peristiwa ini telah menjadi headline di berbagai media utama di Amerika.


    Sementara di gedung putih, Kapten Edward Ruppelt berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang situasi. Di tempat itu Presiden Truman dan beberapa jenderal angkatan bersenjata telah menunggu. Kapten Edward Ruppelt adalah kepala Project Blue Book yang memang bertugas menyelidiki fenomena objek-objek terbang misterius.

    Dalam pertemuan darurat itu, Ruppelt menyatakan kemungkinan bahawa objek tersebut adalah gangguan temperatur yang menyebabkan cahaya dari bumi memantul di awan dan menyebabkan adanya efek bola cahaya di langit. Efek lain dari fenomena cuaca ini menurut Ruppelt adalah kemampuannya mengacaukan sinyal radar.

    Pada tanggal 29 Juli 1952, pihak angkatan udara menyelenggarakan konferensi pers dan memberikan jawaban yang sama dengan Ruppelt. Sampai sekarang, pernyataan ini adalah jawaban resmi pihak pemerintah Amerika Serikat atas insiden ini.

    Walaupun jawaban resmi telah diberikan, Angkatan darat dan CIA merasa bahwa pihak musuh mungkin sedang mengacaukan psikologi penduduk Amerika dengan memberikan laporan-laporan UFO palsu supaya menimbulkan kepanikan dan dengan demikian membuat Amerika menjadi lebih rentan terhadap serangan. Pada tahun itu, perang dunia II baru berakhir selama 7 tahun.

    Pada tanggal 24 September 1952, CIA merekomendasikan dibentuknya sebuah panel yang kemudian dikenal dengan sebutan Panel Robertson yang bertujuan untuk menyelidiki laporan-laporan UFO yang dimiliki Project Blue Book. Panel itu terbentuk pada Januari 1953 dan segera memeriksa laporan-laporan UFO yang ada.

    Menurut Panel tersebut, laporan-laporan UFO yang ada tidak mengancam keamanan nasional dan merekomendasikan angkatan udara Amerika untuk tidak menghabiskan waktu mengurusi UFO dan segera menanggalkan status istimewa UFO dari penyelidikan mereka.
    Hari ini, Insiden Washington National Airport Sightings mendapat tempat sejajar dengan peristiwa The Battle of Los Angeles 1947 sebagai peristiwa UFO paling menghebohkan yang pernah terjadi.
    19 Juli 1952

     
  • George Evander 10:13 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    TANGAN TUHAN TERTANGKAP TELESKOP NASA 

    Jakarta – Pengamat NASA, Chandra yang berada 360 mil di atas bumi menangkap gambar yang luar biasa. Foto sinar X itu disebut sebagai Tangan Tuhan.

    Chandra mengambil foto lokasi berenergi tinggi di seluruh jagad raya termasuk sisa-sisa ledakan bintang. Foto nebula dalam bentuk sinar X yang dihasilkan pulsar B1509 sekitar 17.000 tahun cahaya itu disebut sebagai Tangan Tuhan.

    Cahaya merah emas yang ditangkap Chandra berasal dari awan gas dari tetangganya yang mendapat energi dari badai elektron dan ion yang dilempar dari pulsar.

    Bintang netron itu berputar dan terus mengeluarkan energinya saat berputar. Meskipun pulsar itu sendiri hanya berdiameter 12 mil, tapi awan atau nebula menimbulkan pendar sejauh 150 tahun cahaya.

    NASA memperkirakan obyek seperti itu berputar tujuh kali dalam sedetik. Bintang neutron terbentuk saat bintang kehabisan bahan bakar dan meledak.

    sumber:

    http://inilah.com/

     
  • George Evander 10:10 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Benarkah Neil Amstrong Pernah Mendarat di Bulan? 

    Tahun 1969, pesawat Apollo 11 berhasil membawa dan menjejakkan manusia untuk pertama kalinya di Bulan. Tentu kita semua masih ingat siapa saja awak dari Apollo 11 itu. Nama Niel Amstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins mungkin merupakan nama-nama yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Ketiga orang itulah para astronot yang dikirimkan oleh NASA dalam misi penerbangan manusia pertamakali ke Bulan dengan Apollo 11. Peristiwa ini tentunya menjadi suatu tolak ukur bagi kemajuan IPTEK kita, dan mungkin kedepannya penjelajahan ke Mars maupun planet lainnya dengan mengirimkan manusia pertama kesana bukan menjadi suatu impian lagi.

    Namun sayang, setelah lebih dari tiga dekade terlewati pro kontra masih membayangi peristiwa bersejarah itu. Banyak oknum yang belum sepenuhnya mempercayai bahwa NASA benar-benar mendaratkan manusia ke Bulan dikarenakan beberapa sebab, diantaranya penguasaan teknologi yang belum memadai saat itu,dll. Era tahun 1969 merupakan masa dimana perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika belum berakhir. Mungkin karena ambisinya untuk memenangkan perang dingin inilah yang membuat pihak Amerika kemudian membuat suatu “kecurangan” dengan sebuah proyek rekayasanya yang mengambil setting pendaratan di bulan tsb. Satu fakta yang mungkin membuat Amerika “geram” adalah kabar keberhasilan Soviet yang telah mengorbitkan Vostok 1-nya bersama Yuri Gagarin, sebagai manusia pertama yang berhasil melakukan perjalanan ruang angkasa.

    Tapi, benarkah misi Pendaratan Apollo 11 di bulan itu memang benar-benar dipalsukan oleh NASA dengan membuat filmnya di Studio?

    Pada tanggal 15 Februari 2001,
    American Fox TV Network menayangkan sebuah program yang disebut Conspiracy Theory : Did We Land on the Moon? (Teori Konspirasi : Apakah Kita Sungguh Mendarat di Bulan?). Mitch Pileggi, seorang aktor dalam film X-Files memandu acara satu jam ini, menyatakan bahwa NASA telah memalsukan seluruh proyek Apollo ke Bulan dengan membuat filnya di Studio. Namun, mitos ini hanya diyakini sedikit orang di Amerika. Berdasarkan jejak pendapat Time pada tahun 1995 dan Gallup pada tahun 1999, yakni hanya sekitar 6% saja orang Amerika yang meragukan bahwa 12 Astronot telah berjalan di bulan. Ke-6% orang-orang yang meragukan hal itulah yang disebut sebagai penganut teori konspirasi.

    Para

    penganut Teori Konspirasi diluar Amerika mungkin lebih banyak lagi, menurut taksiranku, saat ini lebih banyak orang yang mempercayai mereka mengenai mitos tentang kepalsuan pendaraatan di Bulan yang dilakukan oleh NASA.CMIIW*
    Para penganut teori konspirasi dan orang yang skeptis tentunya mempunyai banyak bukti akan hal ini. Menurut mereka banyak beberapa hal yang aneh pada foto-foto yang dipublikasikan oleh pihak NASA selama misi ke bulan tsb. Diantaranya foto yang memperlihatkan bendera tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada atmosfer dan angin. Mereka juga menunjukkan bahwa dalam semua foto yang seharusnya memperlihatkan para astronot sedang berada di permukaan Bulan yang hampa udara, mereka tidak melihat obyek gambaran bintang-bintang dilangit yang gelap.
    Tapi, saya pribadi justru mempercayai bahwa misi Apollo 11 ke bulan itu bukanlah merupakan suatu kebohongan yang selama ini banyak digembar-gemborkan oleh para Skeptisme maupun penganut teori konspirasi .Mengapa?
    Mungkin beberapa penjelasan yang saya uraikan dibawah ini lebih bisa membuka pikiran kita bahwa sebenarnya apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh beberapa oknum yang menyatakan bahwa pendaratan Apollo 11 di bulan itu palsu, bisa aku katakan merupakan sebuah tindakan “penyesatan” dan boleh dikatakan “fitnah”. Berikut adalah point-point yang sering dipertanyakan di beberapa forum luar menganai berbagai kejanggalan-kejanggalan tsb. Sengaja ditampilkan dalam gaya tanya jawab yang disertakan beberapa gambar untuk lebih mudahkan teman-teman dalam membaca dan mencerna uraian dibawah ini.

    X : Penganut Konspirasi
    Y : sebagai orang yg mempercayai Apollo 11 benar2 mendarat di Bulan

    Point 1. Mana bintangnya?

    X : coba lihat pict disamping,mengapa tidak ada bintang pada gambar yang diambil para astronot dari permukaan Bulan. Logikanya tanpa atmosfer otomatis langit Bulan menjadi gelap. Jika demikian tentunya pengamat bisa melihat objek-objek terang seperti bintang.

    Y : Penjelasannya sangat sederhana, film dengan kualitas terbaik pun tidak dapat
    memperlihatkan secara bersamaan dua objek , yg satu sangat terang (pakaian astronot warna putih yang terkena sinar matahari) dan obyek lain yang redup (bintang). Story Mugrave, seorang astronot yg telah terbang keluar angkasa sebanyak enam kali, mengatakan bahwa ketika ia berada diluar pesawat , dibawah sinar matahari yang terang, ia tidak dapat melihat bintang-binatang. Namun ketika pesawat berada di dalam bayangan bumi dan matanya dapat beradaptasi dengan lingkungan yg lebih gelap, pada saat itulah dia dapat melihat bintang.

    Penjelasan lainnya, pada langit Bumi, partikel-partikel atmosfer Bumi akan menghamburkan cahaya matahari pada panjang gelombang biru, sehingga langit siang hari pun tampak biru. Berbeda dengan Bulan, yang hampir dapat dikatakan tidak memiliki atmosfer sehingga langit senantiasa gelap, baik siang maupun malam. Jadi, jika kita berada di Bulan, tentunya bintang akan selalu terlihat. Tetapi kenapa tidak terekam dalam gambar yang diambil Apollo? Dalam foto itu, sebenarnya bintang tersebut ada, namun terlalu redup untuk ditangkap kamera. Kamera dan film yang digunakan oleh para astronot disetel untuk mengambil gambar-gambar kegiatan di Bulan. Exposure timenya diatur sedemikian rupa agar dapat merekam kondisi permukaan Bulan yang terang, bukan untuk mengambil gambar objek-objek lemah pada langit latar belakang.


    Point 2. Mengapa bayangnya tidak paralel?

    X : Mengapa bendera bisa berkibar ditempat yang hampa udara seperti bulan. Logikanya,bendera dapat berkibar apabila ada angin, karena hanya udara yg bergeraklah yg dapat mengibarkan bendera.

    Y :
    1. Tidak ada angin di dalamstudio film kecuali jika kipas angin dihidupkan.
    2. Jika ada cukup banyak angin di studio film,sehingga bendera berkibar , angin itu juga pasti menggerakkan debudebu di kaki mereka.

    3. Untuk bisa berkibar, bendera tidak selalu membutuhkan angin. Setidaknya di ruang angkasa hal inilah yang terjadi. Pada kondisi di Bulan, bendera dipancangkan bukan hanya pada tiang vertikal, tapi terdapat juga tiang horizontal yang ditambahkan di bagian atas bendera, sehingga bendera tersebut tampak tergantung dan merentang. Selain itu permukaan Bulan yang keras mempersulit pemancangan tiang bendera, sehingga para astronot harus memutar tiang tersebut maju mundur agar bisa ditanamkan di tanah bulan. Akibat gerakan ini, bendera tersebut berkibar, atau yang sebenarnya lebih tepat jika disebut bergetar. Di Bumi kibaran bendera terjadi beberapa detik dan diperlambat oleh udara, tapi kondisi vakum di Bulan menyebabkan gerakan bendera tersebut tidak akan berhenti karena tidak ada gaya dari luar yang menghentikannya.

    Sesungguhnya, bendera yg berkibar itu justru membuktikan bahwa para astronot memang berada di Bulan. Bendera itu bergoyang karena baru saja dipasang. Dan terus bergoyang selama beberapa waktu dengan cara yang tidak biasa karena gravitasi Bulan 1/6 gravitasi Bumi, dan karena tidak ada udara di bulan untuk segera menghentikan gerakan bendera.

    Point 4. Mana Kawahnya?

    X : Pada foto yang lain, tidak tampak adanya lubang bekas semburan roket (kawah) pada lokasi pendaratan. Untuk roket seukuran Apollo seharusnya semburannya dapat menimbulkan lubang yang besar pada permukaan Bulan. Jadi, bagaimana bisa roket mendarat mulus tanpa membekaskan jejak besar?

    Y : Untuk melakukan sebuah pendaratan tentu tidak dilakukan dengan kecepatan tinggi tapi dengan kecepatan yang diperlambat. Tidak ada satu orangpun yang memarkirkan mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam. Hal yang sama berlaku juga pada Apollo 11. Semburan roket memiliki dorongan 5000 kg, tetapi roket tersebut diperlambat sampai sekitar 1500 kg saat mendekati permukaan. Dengan diameter pipa pengeluaran roket sebesar 54 inci (dari Ensiklopedia Astronautica), dan ukuran roket sekitar 2300 inci persegi, semburan roket hanya menimbulkan tekanan sekitar 0.75 kg /inci persegi. Tekanan sebesar ini tidak akan sampai menimbulkan jejak lubang yang besar.
    Hasil foto-foto yang diambil di Bulan juga memperlihatkan adanya bayangan yang kurang gelap. Obyek yang seharusnya gelap karena berada dalam daerah bayangan, tetapi dalam foto dapat jelas terlihat, termasuk tulisan di sisi pesawat. Jiika Matahari merupakan satu-satunya sumber cahaya, dan tidak ada udara yang dapat menghamburkan cahaya, seharusnya bayangan yang terjadi sangat gelap. Sebuah persepsi yang salah. Memang ini bukan di Bumi dan cahaya Matahari tidak dapat dihamburkan dalam kondisi hampa udara. Tapi di Bulan masih ada sumber cahaya lain yang berasal dari Bulan sendiri. Debu di Bulan memiliki sifat yang khas: yaitu memantulkan kembali cahaya ke arah sumber cahaya berasal.

    Point 5. Transmisi suara tidak ada jedanya sama sekali?

    X : Transmisi suara dari bulan ke bumi kok gak ada jedanya sama sekali, padahal mustinya kira-kira 5 detik, baru samapi ke bumi?

    Y : Transmisi audionya sebenarnya ada jedany. Antara suara dari bulan dan konfirmasi dari bumi tidak ada jeda. Itu jelas karena transkrip tersebut dicatat dari bumi. Contohnya pada potongan transkrip berikut :

    1.102:41:12 Duke: Eagle, you’ve got 30 seconds to P64
    2.102:41:19 Aldrin: Roger. (Pause)
    3.102:41:27 Duke: Eagle, Houston. Coming up 8:30; you’re looking great. (Pause)
    4.102:41:35 Armstrong: (Garbled) 64.
    5.102:41:37 Duke: We copy. (Long Pause)

    Coba liat antara line 1 dan 2, ada 7 detik berlalu setelah mission control (Duke) memberikan informasi sampai terdengar konfirmasi dari Aldrin, waktu yang lebih dari cukup untuk gelombang elektromagnetik merambat ke bulan dan kembali lagi ke bumi. (jarak bumi ke bulan sekitar 360 ribu km, kecepatan cahaya sekitar 300 ribu km/s bolak balik cukup sekitar 2,4 detik saja)

    Tapi coba perhatikan hanya ada 2 detik berlalu setelah informasi dari Armstrong dan konfirmasi dari mission control waktu yang juga lebih dari cukup untuk gelombang suara merambat dari speaker mission control ke telinga Duke lalu merambat dari mulut Duke ke mic dihadapannya.

    Point 6. Masalah sabuk Radiasi Van Allen (Van Allen Belts)

    X : Untuk mencapai bulan , astronot harus melewati Sabuk Radiasi Van Allen, yang bisa meghasilkan jumlah radiasi cukup fatal, bagaimana mungkin mereka dapat selamat?

    Y : Radiasi adalah hal yang tidak terlalu diperhatikan NASA sebelum penerbangan pertama, namun mereka
    memenginvestasikan jumlah yang cukup besar untuk penelitian ini dan menentukan bahwa resikonya minimal. Apollo memerlukan satu jam untuk melewati sabuk radiasi untuk berangkat dan kembali lagi. Total radiasi yang diterima astronot sekitar satu rem. Orang akan mengalami kesakitan pada radiasi 100-200 rem, dan kematian pada radiasi 300+ rem. Jelas dosisnya memiliki rentang yang sangat jauh untuk dianggap beresiko.

    Point 7. Tidak akan pernah ada foto yang berhasil diambil?

    X : Tidak akan ada foto yang bisa diambil di bulan, sebab film akan meleleh pada suhu 250°F.

    Y : Film yang biasa akan segera meleleh jika di ekspos pada suhu 250°F, bagaimanapun film yang digunakan bukan film biasa, dan tidak pernah diekspos pada temperatur sekian. Astronot Apollo menggunakan film tranparansi khusus yang didisain spesifik, di bawah kontrak NASA, untuk lingkungan yang tidak ramah misal di Bulan. Menurut Kodak, film akan mulai melemah pada 200°F, dan tidak akan meleleh sampai pada suhu 500°F. Kamera juga diproteksi didalam casing spesial yang didisain agar tetap dingin. Situasi di Bulan yg hampa udara sangat berbeda dengan misal di dalam oven. Tanpa konveksi dan konduksi, metode yang mungkin untuk transfer panas hanyalah radiasi. Panas radiaktif bisa dialihkan secara efektif dengan membungkus material menggunakan permukaan reflektif, biasanya material putih. Casing dari kamera sama juga seperti seragam astronot,putih.

    Sebenarnya,masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dari pihak Skeptic , namun karena aku rasa terlalu banyak, maka pertanyaan2 yang paling sering ditanyakanlah yang ku ulas.

    Namun, ada suatu bukti yang tidak dapat dibantah bahwa manusia benar-benar pernah pergi ke Bulan, yaitu batu-batu bulan yang dibawa dengan berat total 382 Kg, yg telah diperiksa oleh ratusan ahli geologi dari seluruh dunia.

    Batuan Bulan yang berhasil dibawa para awak Apollo Batuan-batuan ini memiliki karakteristik yang sama dengan batuan bulan yg ditemukan di pesawat ruang angkasa Rusia tanpa awak. Yang perlu diketahui bahwa batuan bulan itu sangat aneh,diantaranya :

    1. Karena hanya mengandung sedikit air
    2. (lihat gambar ke-2 batu bulan ) Karena sering terkena sinar kosmis selama jutaan tahun di permukaan bulan yang hampa udara,maka terbentuklah lubang-lubang aneh dipermukaannya.
    3. Batuan bulan sangat berbeda dengan batuan bumi, dan tidak dapat dipalsukan denganteknologi terbaru apapun. Untuk menghasilkan batuan bulan palsu , setidaknya kita harus melumatkannya dengan tekanan 1.000 atmosfer dan memanasinya dengan suhu 1.100 derajat celcius selama beberapa tahun. Kemudian, selagi tetap berada dalam tekanan, dinginkan perlahan selama beberapa tahun lagi. Betapa konyolnya NASA jika harus
    bersusah payah melakukan hal ini semua, betul tidak tidak?

    Seharusnya, kita semua tidak sepantasnya
    terpengaruh pada berita yg hanya secara sepihak menyoroti perjalanan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin dalam menjadi misi pertama ke bulan.

    Padahal ada beberapa misi yg sudah berhasil mendarat di bulan setelah Armostrong dan Aldrin.
    Orang terakhir yg berjalan ke bulan adalah Gene Cernan yg melakukan misi bersama astronot Jack Schmitt, 7 – 19 Desember 1972.

    sumber :
    http://www.space-01.blogspot.com | http://www.solarsystem.jpl.nasa.gov | http://www./images.spaceref.com| www. jeditrilobite.blogspot.com |

     
  • George Evander 9:47 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    APAKAH KAUM ARAB SELALU MUSLIM DAN KAUM YAHUDI ITU SELALU BERAGAMA KRISTEN? 

    Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk… (Kel. 33:5)

    Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! (Rm. 3:29)

    Seringkali orang berpikir dan berpendapat bahwa orang Arab pasti beragama Islam, sedang orang Yahudi pasti kebanyakan beragama Kristen. Betulkah pandangan-pandangan di atas?

    Penyebutan orang-orang Kristen atau Kristianos (Arab, ‘Massihi-yyin’) semula adalah ejekan orang-orang Yahudi di Antiokhia (Syria) kepada murid-murid Yesus yang ada di sana. Murid-murid ini masih terikat kepada ibadah Yahudi seperti ke sinagoga-sinagoga Yahudi pada hari Sabat (Kis. 13:14-15; 15:21 dsb) dan masih berkewajiban mengunjungi Bait Allah pada hari-hari raya (Kis. 2:46; 21:26 dsb). Tetapi karena mereka juga memberitakan nama Yesus dan memecah-mecahkan roti (Sakramen Ekaristi Kudus) pada hari Minggu, kecurigaan orang-orang Yahudi semakin menjadi-jadi untuk mengusir mereka dari perkumpulan Yahudi (Kis. 4:2; 5:28). Sejak pembunuham diakon Stefanus di luar gerbang Yerusalem oleh orang-orang Yahudi (Kis. 7:54-60), maka resmilah murid-murid Yesus menerima cap ‘sekte’ orang Yahudi tetapi sekaligus penganut Jalan Yesus Kristus (Kis. 9:2).

    Menurut William W. Haddad pada tahun sekitar 1977, jumlah orang-orang Kristen sekitar 7% dari seluruh penduduk yang mayoritas beragama Islam. Jumlah umat Kristen Orthodox di Timur Tengah pada masa itu adalah sekitar 20 juta orang. Perkiraan ini tentunya bersifat kasar. Perkiraan jumlah ini bisa saja berbeda, apakah jumlahnya lebih rendah dari 20 juta orang ataukah malah lebih besar dari 20 juta orang. Untuk jelasnya bisa dibaca buku Anton Wessel “Arab dan Christian” dan El Hasan bin Tallal “Christianity in the Arab World”.

    Kebanyakan orang Kristen Arab yang tinggal di Timur Tengah berlokasi di negara-negara berikut ini:

    Libanon (35-45% dari total populasi negeri)
    Palestina (5-10%)
    Yordania (6-12%)
    Syria (10%)
    Sudan (10%)
    Mesir 6-12%
    Iraq (3%)

    Secara total sekitar 5-6% populasi negara-negara Arab adalah orang Kristen. Hal ini penting untuk dicatat bahwa TIDAK SEMUA ORANG ARAB ADALAH MUSLIM dan MUSLIM BUKANLAH SEMUA ORANG ARAB. Beberapa orang Kristen Arab yang tinggal di Arab akan menolak disebut sebagai Arab (dalam pengertian Muslim) karena mereka tetap mempertahankan warisan leluhur mereka yang mendiami tanah itu sebelum kemunculan Islam. Misalnya orang Kristen Libanon mempertahankan akar Phoenician kuno mereka. Koptik Mesir berakar pada Mesir kuno di bawah dinasti Firaun. Demikian juga dengan Chaldeans dan Asyur, Irak yang menganggap diri mereka sebagai penduduk asli dan penetap di Irak sekarang.

    Menurut Wikipedia, the free encyclopedia, jumlah populasi orang Arab Kristen di seluruh dunia sekitar 30,000,000-35,000,000 orang, meliputi wilayah-wilayah:

    Mesir : 4,500,000
    Syria : 2,000,000
    Lebanon : 1,300,000
    Iraq : 1,000,000
    Yordan : 370,000
    Kanada : 350,000
    Uni Eropah : 350,000
    Australia : 140,000
    Israel : 122,000
    Palestina : 75,500

    Kita selama ini menutup mata dengan adanya kenyataan eksistensi lebih dari 30 juta orang Kristen Arab di Dunia Arab. Pangeran Yordania, El Hasan bin Tallal menegaskan fakta eksistensi dan kehidupan rukun orang Kristen Arab dan Muslim Arab.

    Masyarakat awam di Indonesia tidak banyak yang tahu, ada begitu banyak tokoh Kristen bangsa Arab yang terkenal, misalnya: Émile Jamil Lahoud yang adalah mantan Presiden Libanon; Mikhail Yuhanna, (bhs. Arab: ميخائيل يوحنا, Miha’ il Yūḥannā) kemudian dikenal secara populer sebagai Tariq Aziz atau Tareq Aziz (bhs. Arab: طارق عزيز) yang menjadi mantan Perdana Menteri Irak pada masa pemerintahan Saddam Hussein, seorang Katolik Khaldea (al-kanīsä ‘l-kaldāniyyä ‘l-kātholikiyyä); Boutros Boutros-Ghali (bhs. Arab: بطرس بطرس غالي), mantan Menteri Luar Negeri Mesir dan Sekretaris Jendral PBB yang keenam, seorang Kristen Orthodox Koptik Mesir; Hanan Daoud Khalil Ashrawi, seorang Kristen Anglikan dan George Habash (bhs. Arab: جورج حبش‎), seorang Kristen Orhodox Yunani di Palestina, keduanya pemimpin dan pejuang militan Palestina yang mendukung Yasser Arafat dalam menghadapi agresi Israel, serta Jenderal Michel Suleiman (bhs. Arab: ميشال سليمان‎), Presiden Libanon saat ini.

    Di kalangan sastrawan, kita mengenal nama Gibran Kahlil Gibran bin Mikhā’īl bin Sa’ad (bhs. Arab: جبران خليل جبران بن ميکائيل بن سعد), dikenal juga sebagai Kahlil Gibran, dimana saat ini buku-bukunya sangat disukai dan membanjiri toko-toko buku di Indonesia. Sebelum itu, banyak penyair dan pencipta lagu Indonesia yang minimal cukup dipengaruhi oleh Kahlil Gibran, mulai dari Taufik Ismail, Katon Bagaskara, Dani “Dewa 19”” yang malah “dituduh mencontek” Gibran, hingga mimbar-mimbar Pengajian Ramadhan K.H. Abdullah Gymnastiar. Popularitas Gibran terus melambung, mengatasi batas-batas bahasa, bangsa bahkan perbedaan agama. Sedangkan dari kalangan akademisi, kita bisa menyebut Edward Wadie Saïd (bhs. Arab: إدوارد وديع سعيد‎, Idwārd Wadī’ Sa’īd) Edward Said, penulis buku “Orientalisme”” yang bukunya selalu dijadikan rujukan oleh beberapa penulis Muslim Indonesia untuk mengecam arogansi Barat. Lucunya, kedua sastrawan dan intelektual di atas dianggap oleh orang-orang Kristen dan umat Islam di Indonesia adalah orang Muslim, padahal keduanya adalah orang Kristen.

    Tidak banyak pula orang Indonesia yang tahu, bahwa penulis Kamus Bahasa Arab berjudul “Al-Munjid” yang terkenal itu adalah 2 orang rahib dari tarekat Serikat Yesus (Ordo Yesuit; Latin: Societas Iesu) dari Gereja Roma Katolik bernama Louis Ma’luf al-Yassu’i dan Fr. Bernard Tottel al-Yassu’i; juga sebuah buku terkenal berjudul “Dictionary of Arabic Printed Books” ditulis oleh Yusuf Alian Sarkis, seorang Kristen Orthodox Koptik Mesir. Dan, hampir semua Kitab Kuning yang dipakai Pesantren-pesantren di Indonesia diterbitkan oleh Percetakan Kristen di Libanon.

    Di bawah ini adalah daftar orang-orang Krsiten Arab (termasuk orang-orang Kopt dan Chaldeans dan Asyur) yang terkemuka:

    • Suleiman Mousa, sejarahwan terkemuka dan penulis biografi Major T.E. Lawrence: An Arab View”, orang Yordania, Kristen Katolik (Catholic Christian).
    • George Wassouf, penyanyi Syria, Kristen Orthodox Syria (Syrian Christian).
    • Edward Said, intelektual dan penulis terkemuka, orang Palestina, Kristen Protestan (Protestant Christian).
    • Constantin Zureiq, intelektual dan akademisi terkemuka, orang Syria, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
    • George Habash, pendiri Front Populer untuk Pembebasan Palestina [The Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) (bahasa Arab: الجبهة الشعبية لتحرير فلسطين, al-Jabhah al-Sha`biyyah li-Taḥrīr Filasṭīn], orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
    • Nayef Hawatmeh, pendiri Front Demokrasi untuk Pembebasan Palestina [The Democratic Front for the Liberation of Palestine (DFLP) (bahasa Arab: ‘الجبهة الديموقراطية لتحرير فلسطين’, ditransliterasi Al-Jabha al-Dimuqratiya Li-Tahrir Filastin], orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
    • Afif Safieh, duta besar Palestina untuk Amerika Serikat (tanpa status diplomatik), orang Palestina, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian).
    • Said Khoury, usahawan, rekan-pendiri dari Gabungan Perusahaan Kontraktor Internasional (the Consolidated Contractors International Company), orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Catholic Christian).
    • Yousef Beidas, ahli keuangan dan pemilik modal terkemuka (orang Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
    • John Sununu, pemimpin politik Amerika Serikat (orang Palestina -Lebanon, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian).
    • Hanan Ashrawi, sarjana dan aktivis politik Palestina, orang Palestina, Kristen Anglikan (Anglican Christian).
    • Steve Bracks, Perdana Menteri Victoria, Australia, orang Lebanon, Kristen Katolik (Catholic Christian).
    • René Angélil, produser Kanada dan suami dari Céline Dion, orang Lebanon-Syrian, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian).
    • Carlos Menem, presiden Argentina dari tahun1988-1999, orang Syria, menjadi Roma Katolik dari Islam.
    • Emile Habibi, penulis Palestina warga negara Israel, orang Palestina warga Israel, Kristen Protestan (Protestant Christian).
    • Azmi Bishara, orang Palestina warga Israel anggota Knesset (Parlemen Israel), Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian).
    • Azmi Nassar, manager dari team sepak bola nasional Palestina, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian)
    • Salim Tuama, atlit klub olah raga Hapoel Tel Aviv, orang Palestina warga Israel, Kristen Orthodox Yunani (Greek Orthodox Christian)
    • Simon Shaheen warga Israel-kelahiran Amerika Serikat, komposer, pemain oud dan violin, orang Palestina warga Israel, Kristen Katolik Yunani (Greek Catholic Christian)
    • Salim Jubran, anggota Mahkamah Agung Israel, orang Palestina warga Israel, Kristen Maronit (Maronite Christian)
    • Walid Shoebat, pejuang Palestina, orang Islam yang menjadi Kristen.
    • Ralph Nader, aktivis hak-hak konsumen dan kandidat presiden Amerika Serikat (putera imigran Kristen Lebanon)
    • Hani Naser, musisi, produser (putera seorang imigran Kristen Yordania).
    • Aziz Suryal Atiya عزيز سوريال عطية Historian and Coptology pioneer.
    • Boutros Ghali, Perdana Menteri Mesir بطرس غالي
    • Monir Fakhri Abdel Nour, anggota Parlemen Mesir منير فخري عبد النور
    • Youssef Boutros Ghali, Menteri Keuangan Mesir يوسف بطرس غالي
    • Akhnoukh Fanous, Nasionalis Koptik اخنوخ فانوس
    • Youssef Wahba Menteri Keuangan, Luar Negeri dan Perdana Menteri Mesir يوسف وهبى
    • E. Kamel Ibrahim, Field Marshal, Mantan Kepala Angkatan Bersenjata, Kepala Pelatihan Fisik dan Psikologi Pasukan Khusus (Al Sa’Ka Regiment).
    • Kamal Stino, Mantan Wakil Perdana Menteri Mesir كمال استينو
    • Malik Cambar de Varda – Pemimpin dan Nasionalis Assyria, komandan Batalion Assyro Chaldean (1919-1922).
    • Agha Petros, Jenderal Assyria di Iran
    • Dan masih banyak lagi.

    Anehnya, orang Kristen Indonesia yang karena dorongan “ideology pseudo-Biblikal” biasanya membabi buta membela Israel dalam kasus konflik Israel – Arab Palestina. Mereka tidak sadar, bahwa dengan sikapnya tersebut, indirectly, mereka menyetujui ribuan orang Kristen Arab harus dibantai oleh orang Israel dalam “konflik politik” itu (dan sama sekali bukan “konflik antar agama”). Sebab orang Kristen Arab Palestina itu berjumlah 27% sedangkan orang Yahudi-Israel yang menjadi Kristen hanya 3,2%. Lebih sedikit orang Yahudi yang beragama Kristen dibandingkan dengan orang Arab yang beragama Kristen. Hal ini karena orang Yahudi sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang ”tegar tengkuk” (”keras kepala”) [Kel. 32:9; 33:3, 5; 34:9, Ul. 9:6, 13; 2 Taw. 30:8; Yes. 48:4; Kis. 7:51]. Orang Yahudi bukan pemeluk agama Kristen, secara mayoritas mereka memeluk agama Yahudi (Yudaisme). Lihat saja bahkan untuk lambang dinas medis darurat, kecelakaan dan ambulans negara Israel bukannya Palang Merah (The Red Cross) yang dianggap lambang Salib Kristen, tetapi mereka memakai lambang ”Magen David Adom” (Bhs. Yahudi: מגן דוד אדום disingkat MDA atau Mada) atau “Red Shield of David” sering diterjemahkan juga sebagai “Red Star of David” (Bintang Daud Merah atau, terjemahan harafiahnya, Perisai Merah Daud) yang mulai dibentuk sejak tahun 1930. Sedang lambang Bulan Sabit Merah (The Red Crescent) pertama kali digunakan selama konflik bersenjata antara Rusia – Turki (1877–1878) dan dipakai secara resmi tahun 1929. Saat ini Bulan Sabit Merah digunakan oleh 33 negara Islam.

    Juga orang Kristen Indonesia tidak sadar, ketika perang Amerika dan Irak pada tahun 1990-an. Negara Amerika, polisi sombong dunia itu telah menghantam dan menghancurkan komunitas Kristen Irak. Sebuah perkampungan Kristen Irak dimana Taman Eden beserta Adam dan Hawa, kehidupan manusia pertama itu bermula dan tempat dimana Abraham (Nabi Ibrahim), Bapa orang beriman itu berasal.

    Palestina dikenal di dalam Alkitab dan dipandang sebagai tempat kelahiran kekristenan. Hal ini tidak boleh dilupakan. Ada beberapa negara Arab yang disebutkan sebagai ‘terlibat’ di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, jauh sebelum Islam muncul: Yordania, Mesir, Irak, dan Syria. Setelah kelahiran Islam barulah kekristenan hilang sama sekali dari negeri-negeri seperti Maroko, Algeria dan Tunisia dan Peninsula Arab.

    Alkitab memberitahu kita, bahwa peranan bangsa Arab dalam mempersembahkan “emas dan kemenyan” (Yes. 60:6-7). Ini cocok dengan persembahan orang Majus (Arab), yaitu: kemenyan, emas dan mur (Mat. 2:1,11). Menurut J. Spencer Trimingham, orang Arab sudah ada di Palestina sejak zaman Perjanjian Lama, dan sudah ada yang mendengar Injil dan percaya sejak Yesus mulai melayani (Mrk.3:7-8) sehingga 3 tahun setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, sudah ada pengikut Yesus di tanah Arab yang menyambut Paulus yang baru bertobat (Gal.1:15-17). Menurut kesaksian Injil, Yesus berkarya di “Galilea, daerah bangsa-bangsa” yang pada abad pertama adalah tempat berbaurnya suku-suku bangsa Asyur dan Arab. Di wilayah Kaisarea Filipi (sekarang Banias), tempat dimana Yesus menyatakan ke-Mesiasan-Nya dihuni oleh 50% suku Arab Iturea. Juga, pada saat Pentakosta (Kis. 2:9-11), pada tahun 33 M, Roh Allah tinggal di dalam hati orang-orang Arab.

    Pada Konsili (majma) Di Nicea (325) hadir 9 uskup Arab dan pada Konsili di Khalsedon (451) hadir 21 uskup Arab, ini menunjukkan bahwa saat itu sudah banyak orang Arab menganut kekristenan. Trimingham juga mengungkapkan bahwa dari inskripsi Arab Utara ditemukan bukti bahwa bahasa orang Arab berakar bahasa Aram (bandingkan bahasa orang Israel yang juga berakar bahasa Aram, Ul.26:5), kemudian Nabati-Aram, dan menjadi bahasa Arab, dan sudah lama nama ‘Allah’ menjadi padanan ‘El’ Semitik (Allah yang Esa dan Maha Tinggi) dan ‘Alaha’ Aram, dan sudah digunakan orang Arab Kristen jauh sebelum Islam lahir, bahkan pada Konsili Efesus (431) hadir uskup Arab bernama Abdellas (Abdullah) yang artinya ‘hamba Allah.’ Islam baru lahir pada tahun 622 yang menjadi awal tarikh Islam/Arab. Semua itu terjadi, jauh ketika suku bangsa Eropa dan Amerika masih primitif dan pemuja berhala.

    Masyarakat Kristen Arab ini dianggap sebagai missing link antara dunia Kristen Barat dengan Dunia Islam. Karena, lewat masyarakat Kristen Arab inilah berbagai titik temu, contoh toleransi dan kesaling-pengertian nampak jelas terbangun .

    Apa yang membuat masyarakat Kristen Arab istimewa adalah fakta bahwa selain mereka termasuk kelompok masyarakat paling awal yang memeluk ajaran Yesus, juga mereka mengalami dilema hidup yang tak kalah kompleksnya jika dibandingkan sejawatnya yang asli Yahudi. Mereka secara etnis adalah bangsa Arab, namun karena pilihan kepercayaannya menjadikan mereka semacam “alien” di tengah lautan masyarakat Arab lainnya yang memeluk Islam. Konflik berbasis agama ini telah berlangsung sejak awal keberadaan masyarakat Kristen Arab ini. Mulai jaman Romawi, bangkitnya Islam di bawah panji-panji Rasullulah dan dilanjutkan berbagai dinasti yang silih berganti menguasai wilayah yang mereka diami.

    Tak terkecuali jaman sekarang. Konflik semakin memuncak dengan kacau balaunya kebijakan luar negeri negara-negara Barat – yang notabene juga identik dengan Kristen – dengan puncaknya pada kampanye perang global anti terorisme dibawah pimpinan Amerika Serikat. Masyarakat Kristen Arab semakin terjepit, karena keimanan mereka menempatkan mereka di titik penuh kecurigaan dari para tetangga muslimnya, namun di saat bersamaan mereka tak sepenuhnya setuju dan mendukung kebijakan perang yang dikampanyekan negara-negara Barat.

    Namun, selain konflik berdarah, di sana juga terlihat wujud nyata toleransi beragama. Di mana biara-biara Kristen banyak berdiri dan dikunjungi tak hanya oleh pengikut ajaran Yesus namun juga kaum muslim, hingga kebiasaan untuk saling hadir dalam acara perkawinan, kematian, dan bahkan pada perayaan hari-hari besar keagamaan.

    sumber: terangdaritimur.blogspot.com

     
  • George Evander 9:35 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Pemerintah Malaysia, Gereja Katolik Bertempur di Pengadilan Terkait Kata “Allah” 

    Pengadilan tinggi Malaysia mulai menggelar dengar pendapat secara resmi, Senin, mengenai penggunaan kata “Allah” oleh Kristiani sebagai terjemahan untuk Tuhan.

    Sementara itu, Gereja Katolik di Malaysia tetap bersikeras bahwa kata “Allah” tidak eksklusif hanya untuk Islam dan telah dipakai oleh Kristiani dan Muslim di negara yang menggunakan bahasa Arab sejak berabad-abad lamanya, sebagai bantahan terhadap pendapat Senior Federal Counsel Datuk Kamaluddin yang mengatakan bahwa, kata tersebut eksklusif hanya digunakan untuk agama Islam dan kesuciannya harus dilindungi.

    “Di negara kami, jika sesuatu merujuk pada Allah atau sebutan kalimat Allah, itu akan membuat orang berpikir tentang Tuhan bagi Muslim. Kalimat Allah adalah sakral bagi Muslim dan menempati posisi yang tinggi, dan kesuciannya harus dilindungi,” ujarnya pada Senin, menurut sumber lokal.

    Lebih lanjut, Kamaluddin menambahkan, Gereja tidak dapat menentang keputusan menteri dalam negeri untuk memaksakan sebuh kondisi atas izin yang diminta oleh surat kabar mingguan Gereja, The Herald.

    “Anda hanya bisa menentangnya jika menteri menolak untuk memberi surat izin,” tukasnya.

    The Herald telah melayangkan gugatan terhadap pemerintah Malaysia pada Desember 2007 setelah pemerintah mengancam mencabut surat izin percetakan jika surat kabar tersebut tidak menghentikan pengunaan kata “Allah” dalam sesi koran berbahasa Melayu.

    Menurut Printing Presses and Publication Act tahun 1984, menteri dalam negeri Malaysia berhak untuk memaksakan larangan dalam kondisi tertentu, dan dalam kasus The Herald, Menteri dalam negeri Datuk Seri Syed Hamid Albar menurut laporan telah melarang penggunaan kata “Allah” dengan alasan keamanan nasional dan untuk menghindari salah pengertian dan kebingungan di antara umat Muslim.

    “Penggunaan kata ‘Allah’ oleh agama lain kemungkinan dapat mengusik sensistifitas dan membuat bingung diantara umat Muslim,” jelas Abdullah Zin, selaku menteri urusan agama Islam, kepada media lokal tahun lalu.

    Meskipun begitu, The Herald, tetap mengklaim larangan tersebut inkonstitusional dan melanggar kebebasan beragama.

    Pimpinan redaksi surat kabar, Porres Royan, mengatakan pada Senin, bahwa kata “Allah” memiliki peran penting untuk penyembahan dan sebutan iman dalam Komunitas Katolik di negara yang menggunakan Bahasa Melayu.

    Royan juga bersikeras bahwa menteri juga telah melakukan tindakan di luar Printing Presses and Publications Act.

    “The Act tidak dimaksudkan untuk mengatur kelompok taat beragama manapun dalam memperaktikkan kebiasaan dan mengenalkan kepercayaan mereka termasuk penggunaannya dalam mempublikasikan kepercayaannya,” ujarnya kepada Hakim Pengadilan Tinggi Lau Bee Lan, menurut The Malaysia Star.

    “The Herald adalah sebuah surat kabar mingguan Katolik yang dimaksudkan untuk menyebarkan berita dan informasi tentang Gereja Katolik di Malaysia dan tidak diperuntukkan bagi publik, khususnya bagi orang yang beragama Islam,” tambahnya, menurut Sun Daily.

    Royan juga menyatakan bahwa dalam penerbitannya tidak berisi materi yang dapat menyebabkan ketakutan atau mengusik sensitifitas bagi agama Islam.

    Dengar pendapat dijadwalkan akan dimulai kembal pada Selasa hari ini, tiga bulan setelah pihak berwenang Malaysia menyita 10.000 Alkitab yang diimpor dari Indonesia yang di dalamnnya menggunakan kata “Allah” untuk merujuk pada Tuhan.

    Bulan lalu, Federasi Kristiani Malaysia (CFM), sebuah badan perwakilan Kristiani di Malaysia, mendesak agar segera melepaskan Alkitab yang disita tersebut dan juga sebanyak 5.000 Alkitab yang telah disita pada Maret lalu.

    Jaringan gereja dan organisasi tersebut juga mengeluarkan kembali sebuah pernyataan yang menguatkan komitmen mereka bahwa Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional, yang mana mereka berhak dan akan terus menggunakan “sepenuhnya” dalam kehidupan dan dalam kesaksian di gereja dan organisasi mereka.

    “Dan kami menyerukan kepada Gereja-Gereja untuk waspada dan terus berdoa tanpa henti memohon hikmat atas penyelesaian persoalan ini agar dapat selesai dengan damai demi menjaga persatuan dan kesatuan, keharmonisan serta kedamaian negara dan agar keadilan, Hak Asasi Manusia serta martabat manusia tetap ditegakkan terus,” ungkap pemimpin CFM dalam deklarasi tersebut, yang dikeluarkan pertama kali pada September 1989.

    Menurut CIA World Factbook, 60,4 persen dari 25,7 juta penduduk Malaysia adalah Muslim. Sementara itu, sekitar 19,2 persen adalah Budha, dan 9,1 persen adalah Kristiani.

    Secara umum, agama Islam memperoleh hak istimewa di Malaysia sebagai agama yang dominan.

    sumber: http://www.christianpost.co.id

     
  • George Evander 9:24 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Gereja Ortodoks Timur dan apa keyakinan Kristen Ortodoks perpektif Barat 

    Gereja Ortodoks Timur tidak ada satu gereja, tetapi lebih merupakan suatu keluarga dari 13 badan-badan pemerintahan sendiri, mata oleh bangsa di mana mereka berada (misalnya, Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Ortodoks Rusia). Mereka bersatu dalam pemahaman mereka tentang sakramen, doktrin, liturgi, dan pemerintahan gereja, tetapi setiap mengelola urusan sendiri.

    Setiap kepala gereja Ortodoks disebut sebagai “leluhur” atau “metropolitan.” Para patriark Konstantinopel (Istanbul, Turki) dianggap ekumenis-atau universal-patriark. Dia adalah hal yang paling dekat seorang rekan kepada Paus dalam Gereja Katolik Roma. Berbeda dengan Paus, yang dikenal sebagai filius VICARIUS DEI (pendeta dari Anak Allah), Uskup Konstantinopel ini dikenal sebagai primus inter pares (yang pertama di antara sederajat). Dia menikmati kehormatan istimewa, tapi ia tidak memiliki kekuatan untuk mengganggu dengan 12 lainnya komuni Ortodoks.

    Gereja Ortodoks mengklaim menjadi salah satu gereja yang benar Kristus, dan berusaha untuk menelusuri asal-usulnya kembali kepada rasul asli melalui rantai tak terputus dari suksesi apostolik. Pemikir ortodoks perdebatan status spiritual Katolik Roma dan Protestan, dan beberapa masih menganggap mereka bidah. Seperti Katolik dan Protestan, bagaimanapun, orang percaya Ortodoks menegaskan Tritunggal, Alkitab sebagai Firman Allah, Yesus sebagai Allah Putra, dan banyak ajaran alkitabiah lainnya. Namun, dalam doktrin, mereka memiliki lebih banyak kesamaan dengan Katolik Roma daripada yang mereka lakukan dengan Kristen Protestan.

    Sayangnya, doktrin pembenaran oleh iman adalah hampir absen dari sejarah dan teologi dari Gereja Ortodoks. Sebaliknya, Ortodoks menekankan theosis (harfiah, “pengilahian”), proses bertahap di mana orang Kristen menjadi lebih dan lebih seperti Kristus. Apa yang banyak dalam tradisi Ortodoks gagal untuk mengerti adalah bahwa “pengilahian” adalah hasil progresif keselamatan, bukan keharusan bagi keselamatan itu sendiri. Distinctives Ortodoks lain yang bertentangan dengan Alkitab meliputi:

    Otoritas yang sama tradisi gereja dan Kitab Suci
    Keputusasaan individu menafsirkan Alkitab terpisah dari tradisi
    Keperawanan abadi Maria
    Doa untuk orang mati
    Baptisan bayi tanpa merujuk pada tanggung jawab individu dan iman
    Kemungkinan menerima keselamatan setelah kematian
    Kemungkinan kehilangan keselamatan

    Sementara Gereja Ortodoks Timur telah menyatakan beberapa suara besar gereja, dan meskipun ada banyak dalam tradisi Ortodoks yang memiliki keselamatan asli hubungan dengan Yesus Kristus, gereja Ortodoks itu sendiri tidak berbicara dengan pesan yang jelas yang dapat diselaraskan dengan Kitab Suci Injil Kristus. Panggilan para reformator untuk “Kitab Suci saja, iman saja, anugerah, dan Kristus sendiri” yang hilang dalam Gereja Ortodoks TimurKristen Koptik

    “Koptik” berarti Mesir, dan Kristen yang tinggal di Mesir mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Kristen Koptik. Sebagai denominasi mereka berasal dari kota Alexandria, salah satu yang paling setia, dihormati, dan berbuah kota selama periode Apostolik. Bangga, Kristen Koptik yang mengakui dan pemberita Yohanes Markus, (penulis Injil Markus), sebagai pendiri dan uskup pertama kadang antara tahun 42 – AD 62. Gereja Koptik itu sebenarnya sangat besar pertama perpecahan dalam Gereja, sebelum ada hal seperti itu sebagai “Roma” Katolik, dan juga jauh sebelum Timur / Barat split.

    Sebelum “besar” East / West skisma AD 1054, yang Coptics dipisahkan dari yang lain oleh Konsili Khalsedon pada tahun 451. Dewan bertemu untuk membahas Penjelmaan Kristus dan menyatakan bahwa Kristus adalah “satu hypostasis dalam dua kodrat” (yaitu, satu orang yang berbagi dua sifat yang berbeda). Ini menjadi standar ortodoksi untuk Ortodoks Timur, Katolik Roma, dan gereja-gereja Protestan mulai saat itu. Pemahaman yang Koptik adalah bahwa Kristus adalah satu sifat dari dua sifat: “Logos menjadi manusia.” Dalam pengertian ini, Kristus adalah dari, tidak dalam, dua kodrat: kemanusiaan penuh dan keilahian penuh. Beberapa di Gereja Ortodoks Koptik percaya bahwa posisi mereka adalah salah dimengerti dalam Konsili Khalsedon dan mengambil berusaha keras untuk memastikan bahwa mereka tidak Monofisit (menyangkal Kristus dua kodrat), melainkan “miaphysite” (satu komposit / siam sifat dari dua ). Beberapa percaya bahwa mungkin Dewan Gereja memahami dengan benar, tetapi ingin pengasingan Gereja karena penolakannya untuk ambil bagian dalam politik atau karena persaingan antara para Uskup dari Alexandria dan Roma. Untuk hari ini 95% orang Kristen di Alexandria adalah anggota dari Gereja Ortodoks Koptik.

    Tradisi mengatakan bahwa ketika Yohanes Markus tiba pada perjalanan misionaris ke Mesir, Koptik bentuk agama hari itu berpusat pada penyembahan dewa, tapi berfokus pada piramida. Namun, Yohanes Markus dan pesan Injil dapat diterima dengan baik oleh orang-orang Koptik seperti mereka juga percaya pada “hidup yang kekal.” Koptik orang, di bawah kekuasaan Romawi dan pengaruh sosial, terdiri dari Yunani, Yahudi, dan Mesir, karena itu kekristenan harus mengambil mempertimbangkan budaya yang berbeda, bahasa, dan latar belakang agama ketika evangelisasi dan dalam mendirikan gerejanya. Kristen Koptik ini awalnya didirikan baik dalam teologi, yang gereja-gereja di kota-kota lain di seluruh Kekaisaran Romawi mendongak dan dengan sangat mengagumi dan hormat, rela mengikuti memimpin dalam doktrinal seperti-pikiran dan kesatuan.

    Sangat menarik untuk dicatat bahwa ketika Coptics berada di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi, mereka mengalami penganiayaan berat dan kematian bagi mereka dan keyakinan iman yang teguh di dalam Kristus saat menolak untuk menyembah kaisar. Namun, dengan 641 AD kesengsaraan lain dimulai ketika penaklukan Arab terjadi, menggulingkan Roma ‘aturan di Mesir dan, pada awalnya, menghilangkan Gereja Koptik dari penganiayaan. Apa yang tampak seperti kebebasan dan kebebasan mereka lagi menjadi perbudakan. The kemasyarakatan kekuatan dan kontrol terhadap orang-orang Arab membuat mereka untuk bertahan bahasa besar dan perubahan budaya serta menghadapi iman Islam. Sayangnya, selama berabad-abad, agama Kristen kehilangan pijakan dan paling Coptics masuk Islam.

    Saat ini, terdapat populasi kecil yang tersisa Kristen Koptik di Alexandria tetapi sebagian besar terletak di tempat lain. Perkiraan jumlah penduduk sekitar gereja Koptik berkisar dari 10 million untuk 60 juta anggota di seluruh dunia. Teologis, Kristen Koptik sangat mirip dengan Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur. Mereka mengaku menjadi pengikut sejati Yesus Kristus dan menjadi bagian dari Gereja di seluruh dunia-Nya. Namun, seperti Katolik, mereka cenderung untuk menekankan karya berjasa dalam keselamatan bersama dengan ritual liturgis daripada keselamatan melalui hubungan pribadi dengan Yesus Kristus.

    Alkitab katakan tentang liturgi

    American Heritage Dictionary mendefinisikan “liturgi” sebagai berikut: “1. Upacara Ekaristi. 2. Formulir yang ditentukan untuk ibadah umum; ritual.” Melihat Kitab Suci, tidak ada “bentuk yang ditentukan untuk ibadah umum” yang ditetapkan bagi gereja. Pada saat yang sama, beberapa bagian Perjanjian Baru tidak memberi kita bahan-bahan penting yang harus menjadi bagian dari gereja lokal yang sehat. Di antaranya adalah sebagai berikut:

    Benar persekutuan: memperlakukan sesama orang percaya sebagai mereka-keluarga, yang terkait dengan cinta, kesatuan hati, dan memberi kepada orang lain yang umum bagi keluarga yang baik (Kis. 2:44-46).

    Kepatuhan terhadap tata cara-tata: baptisan orang percaya dan mengingat Tuhan Perjamuan / Komuni (Kis 2:41,42,46; 1 Korintus 11:23-32).

    Teguh ketaatan para rasul ‘doktrin, membaca Firman Allah, dan ajaran / khotbah Firman Tuhan (Kisah Para Rasul 2:42; 1 Timotius 4:13-16; 2 Timotius 4:2).

    Doa dan pujian, dengan ketergantungan pada arah Roh Kudus (Kis. 2:42,47; Kisah Para Rasul 13:1-4; 1 Timotius 2:1-8; Efesus 6:18).

    Penginjilan dan pemuridan, dengan semua anggota jemaat menggunakan karunia rohani mereka untuk melayani Kristus sebagai bagian dari Tubuh Kristus (Matius 28:18-20, Kisah Para Rasul 1:8; 1 Timotius 4:5; Efesus 4:11-16; Roma 12:3-8).

    Sementara beberapa gereja diberi label sebagai “liturgi” karena mereka sangat formal dan urutan yang telah ditentukan dan cara ibadah, semua gereja untuk tingkat tertentu memiliki format yang biasanya mereka ikuti. Perbedaan utama akan baik sejauh mana hal ini benar, dan kemungkinan perubahan bahwa format umum jika diperlukan. Hal ini jelas dari Kisah 13 bahwa gereja di kota Antiokhia adalah fleksibel dalam arti bahwa mereka terbuka terhadap Roh Kudus terkemuka. Jika gereja begitu liturgi yang berubah menurut pimpinan-Nya bukan kemungkinan, liturgi telah pergi terlalu jauh. Sebuah gereja yang terlalu terstruktur akan pernah memungkinkan Roh terkemuka-mereka sudah punya mereka sendiri “agenda”; mereka tidak membutuhkan-Nya.

    Ada dua kemungkinan tambahan bahaya dalam kaitannya dengan liturgi ibadat: (1) liturgi dirancang oleh pria adalah keliru dan dengan demikian perlu diperiksa untuk melihat apakah mereka alkitabiah. Tetapi hal ini berlaku baik untuk apa yang disebut liturgi gereja maupun bagi mereka yang tidak diberi label tersebut. Dalam kedua kasus pria sempurna mengatur format layanan. (2) liturgi yang menyerukan berulang-ulang bacaan doa, tanggapan, dll, dapat mulai dilakukan di hafalan tanpa berpikir atau benar menyembah dari hati. Dan ketika hal ini terjadi mereka menjadi “pengulangan sia-sia.” Tapi tetap saja, masih sangat mungkin untuk salah satu dari hati yang tulus untuk menyembah Tuhan dengan berulang-ulang doa, dll, ketika ia merefleksikan pada apa yang sedang dikatakan dan dengan demikian masuk ke dalam doa-doa orang-orang dari hati. Selain itu, bahkan di gereja-gereja non-liturgi, lagu-lagu tertentu dan chorus yang dinyanyikan berulang-ulang dari waktu ke waktu dan membawa bahaya yang sama dinyanyikan fasih daripada dengan refleksi atas apa yang sedang dikatakan dan dinyanyikan.

    Apakah gereja liturgis ini tidak sepenting logika doktrin gereja dan pendeta sehatnya doktrinal dan rohani (1 Timotius 4:16; Kisah Para Rasul 2:42). Saya pernah menjadi bagian dari denominasi yang sangat liturgi. Alasan saya untuk meninggalkan bahwa denominasi tidak melibatkan yang menjadi liturgis, tetapi terutama menyangkut doktrin. Karena meskipun mereka sehari-hari membaca dari tiga bagian yang berbeda dari Kitab Suci (Perjanjian Lama, Injil rekening, dan Surat Paulus) sebagai bagian dari liturgi mereka, kepercayaan denominasi ini tidak sesuai dengan apa yang sedang dibaca. Sebaliknya, hal itu berbeda dalam sejumlah isu penting seperti bagaimana seseorang masuk ke surga, doa-doa yang harus ditujukan kepada, apakah orang tersebut dapat aman dalam keselamatan, dll Jadi, persoalan utama yang tidak boleh apakah gereja adalah liturgi, karena semua adalah untuk beberapa derajat, tapi apakah ajaran-ajarannya dan praktek sejalan dengan Kitab Suci pada masalah inti. Perjanjian dengan Kitab Suci, bukan liturgi, menentukan apakah praktek gereja kompatibel dengan orang-orang yang sehat dan Alkitabiah berbasis gereja.

    Skismas Besar

    Skisma Besar adalah gelar yang diberikan kepada keretakan yang terbentuk di dalam Gereja pada abad kesebelas Masehi Pemisahan ini menyebabkan “Katolik Roma” Gereja, dengan ini dikenal sebagai Gereja Barat, dan “Katolik Yunani” atau “Ortodoks Yunani Gereja, “dengan ini dikenal sebagai Gereja Timur.

    Untuk terbaik memahami apa yang terjadi, kita perlu memeriksa sejarah dan konteks di mana sejarah itu terjadi. Gereja dari abad keempat dan seterusnya memiliki 5 patriark atau kepala, dan masing-masing memerintah wilayah yurisdiksi atau patriarkat. Para patriarchates yang terletak di sebelah barat di Roma, yang berbicara bahasa Latin, dan di timur di Antiokhia, Alexandria, Yerusalem, dan Byzantium, yang semua berbicara bahasa Yunani.

    Ingin menciptakan kerajaan Kristen baru, dan karena tingkat paganisme di Roma, Kaisar Konstantinus memutuskan untuk memindahkan ibu kota Kekaisaran Bizantium (yang kemudian berganti nama menjadi Konstantinopel setelah dia). Saat ini, dan tak lama setelah ini bergerak, barbar “Jermanik” suku mulai menyerang di seluruh Eropa. Invasi ini memiliki efek Eropa terjun ke dalam apa yang dikenal sebagai “Zaman Kegelapan.” Kombinasi ekonomi dan kekacauan politik, geografis jarak, dan perbedaan linguistik, menciptakan keretakan yang menyebabkan akhirnya keterasingan dari Timur Barat.

    Mengingat faktor-faktor ini tidaklah mengherankan bahwa sangat sedikit teolog barat berbicara bahasa Yunani, dan alih-alih menulis dan berbicara terutama dalam bahasa Latin. Mereka tidak memiliki akses ke, atau bisa mereka baca, tulisan-tulisan para teolog timur. Dengan demikian, sebagian besar teologi barat didasarkan pada beberapa teolog Latin kunci, sedangkan Timur telah banyak teolog Yunani, dan tidak harus fokus pada teolog tertentu mengajar.

    Fleksibilitas dari bahasa Yunani (ada kira-kira sepuluh kali kosakata dari bahasa Latin), diizinkan untuk lebih ekspresif dan lebih dalam tulisan-tulisan. Penurunan keaksaraan di barat menuju ulama menjadi otoritas mengajar utama. Ini berlawanan dengan timur tempat pendidikan umum dan lebih universitas membuat rakyat melek huruf, dan dengan demikian lebih berbaring teolog yang memainkan peran aktif dalam gereja.

    Daftar meningkatnya perbedaan antara Timur dan Barat hanya memperburuk ketegangan. Salah satu perbedaan yang paling menonjol adalah bahwa sebagai orang baru yang diinjili di barat, mereka harus menggunakan bahasa Latin sebagai liturgis dan gerejawi mereka bahasa, sambil melihat ke Roma untuk kepemimpinan. Di sisi lain, misionaris dari timur menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa rakyat. Ketika gereja-gereja baru di Timur menjadi dewasa, mereka menjadi pemerintahan sendiri dan administratif independen dari gereja ibu mereka. Di Barat, Roma mulai mengharuskan semua menjadi selibat klerus sedangkan di Timur mereka tetap menikah rohaniwan.

    Jadi, sementara “kontroversi filioque” adalah penyebab dari “Skisma Besar,” dengan timur dan barat mengucilkan uskup satu sama lain, itu sebenarnya hanya titik. Perbedaan, ketidaksepakatan, dan jarak telah meletakkan fondasi bagi Skisma Besar selama berabad-abad. Skisma Besar itu dasarnya adalah “pelopor” dari Reformasi Protestan, dengan penolakan untuk menerima konsep Alkitabiah supremasi Roma pada intinya.

    http://indonesia.faithfreedom.org/forum

     
  • George Evander 8:47 AM on January 27, 2010 Permalink | Balas  

    Facebook Hadapi Tuntutan Rp.715 Miliyar 

    MARK Zuckerberg pendiri Facebook mendapat tuntutan hukum dari ConnectU, atas tuduhan pencurian ide jaringan sosial tersebut.

    ConnectU melakukan tuntutan ini karena menilai Zuckerberg mengambil ide dan gagasan Tyler and Cameron Winklevoss dalam mendirikan Facebook. Ide itu diklaim milik mantan teman sekamar Mark Zuckerberg saat masih kuliah.

    Mark Zuckerberg dituntut dengan nilai uang sebesar 65 juta Dolar AS atau setara dengan Rp 715 miliar (kurs Rp 11.000).

    Firma hukum Quinn Emanuel Urquhart Oliver & Hedges ditunjuk untuk menjalani proses hukum ini.
    Mereka juga telah mengumumkan kasus ini pada iklan brosur bulan Januari, dan telah mempersiapkannya sejak tahun lalu. Di antaranya penyelesaian sebesar 65 juta dollar Amerika dengan Facebook.

    Pengacara Quinn Emanuel yang mewakili ConnectU dalam penuntutan perkara yang penyelesaian pada bulan Juni tahun lalu.

    Persyaratan finansial dalam penyelesaian perkara ini telah diumumkan dokumen pengadilan dan tidak diungkapkan oleh Facebook. “Kami tidak bisa memberikan keterangan dalam sebuah perjanjian rahasia,” kata Facebook

    Pendiri ConnectU Tyler and Cameron Winklevoss mengklaim telah mendaftar kepada Zuckerberg untuk menyelesaikan kode software situs jaringan sosial ketika mereka masih menjadi mahasiswa Harvard tahun 2003.

    Zuckerberg, mahasiswa tahun kedua pada waktu itu , mengambil kode dan gagasan mereka lalu mendirikan Facebook pada bulan Februari tahun 2004, dan mengakhiri perjanjian mereka, berdasarkan tuntutan hukum ConnectU’s.

    Pengacara dan penasehat hukum pendiri Facebook dan ConnectU mengadakan negoisasi penyelesaian yang mencakup pembelian ConnectU oleh Facebook yang dirahasiakan jumlah uang tunai dan sahamnya, berdasarkan dokumen pengadilan.

    Perjanjian ini meminta semua pihak menjaga rahasia rincian atau membayar penalti multi-juta dolar Amerika.

    sumber: roemahku.wordpress.com

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.